Dugaan Penggelembungan Siswa PKBM Lestari Disorot, Pengelola Sulit Dihubungi

Gambar sebagai ilustrasi. /sumber:istimewa

Sukabumi, Mipanews – Dugaan praktik penggelembungan jumlah siswa kembali mencuat di sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di wilayah Sukabumi Selatan. Isu ini menjadi sorotan publik setelah adanya laporan yang menyebutkan ketidaksesuaian data peserta didik dengan kondisi di lapangan.

Salah satu PKBM yang turut disorot adalah PKBM Lestari, yang diduga tidak menjalankan kegiatan sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk adanya indikasi penggelembungan jumlah siswa.

Informasi tersebut bahkan telah sampai ke kalangan insan pers, termasuk pewarta mipa yang berupaya melakukan penelusuran dan konfirmasi langsung kepada pihak pengelola PKBM terkait. Namun, upaya konfirmasi belum membuahkan hasil.

Pewarta mipa telah berulang kali mencoba menghubungi pengelola PKBM melalui nomor telepon yang diperoleh. Akan tetapi, hingga Jumat (10/4/2026) pukul 20.00 WIB, tidak ada respons, dan panggilan telepon pun tidak pernah diangkat.

Di sisi lain, Lembaga Swadaya Masyarakat Rakyat Indonesia Berdaya (RIB) turut angkat bicara. Perwakilan RIB menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah serius apabila dugaan tersebut terbukti benar.

“Jika memang terjadi penggelembungan siswa, kami tidak akan tinggal diam. Kami siap menempuh jalur hukum dan membawa persoalan ini ke ranah yang lebih lanjut,” ujarnya.

Lebih lanjut, RIB berencana melakukan pengumpulan data di sejumlah wilayah, khususnya di wilayah 6 Sukabumi Selatan, yang meliputi Kecamatan Kalibunder, Cimanggu, Ciemas, hingga Jampangkulon.

Pihaknya juga akan meminta dokumen pendukung seperti daftar hadir siswa kepada pengelola PKBM guna memastikan keakuratan data yang dilaporkan.

“Kami akan terus mengumpulkan data. Jika diperlukan, hasil temuan kami akan disampaikan kepada insan pers dan dipublikasikan secara terbuka. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kami akan menggelar konferensi pers,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola PKBM yang bersangkutan terkait dugaan tersebut.

Rian Hidayat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *