Sukabumi, Mipanews – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Partai Golongan Karya, Deni Gunawan, menggelar Reses I Tahun Sidang 2026 di kediamannya, Kampung Kebon Cau, Desa Babakanpari, Kecamatan Cidahu, Kamis (5/2/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi ajang penyampaian langsung kondisi keuangan daerah kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Deni mengungkapkan bahwa reses kali ini dilakukan secara lebih terbatas akibat kebijakan efisiensi anggaran. Jumlah titik reses yang sebelumnya enam titik kini dipangkas menjadi tiga titik dalam rentang waktu Rabu hingga Jumat. Langkah ini diambil menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Deni menjelaskan, Kabupaten Sukabumi terdampak efisiensi anggaran transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar sekitar Rp720 miliar. Menurutnya, keterbukaan informasi ini penting agar masyarakat memahami alasan belum optimalnya pelaksanaan pembangunan di sejumlah sektor.
Dampak efisiensi tersebut turut dirasakan hingga ke tingkat desa. Alokasi Dana Desa (ADD) saat ini rata-rata berada di angka Rp370 juta, sehingga kepala desa dituntut lebih cermat dalam menentukan skala prioritas pembangunan agar pemerataan tetap berjalan.
Meski demikian, Deni optimistis kondisi keuangan daerah akan kembali stabil pada 2027. Ia menyebut kebijakan pemerintah pusat saat ini memang memprioritaskan sektor-sektor tertentu yang dianggap mendesak, sehingga penyesuaian anggaran tidak dapat dihindari.
Terkait aspirasi masyarakat, Deni menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan usulan warga melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. Salah satu aspirasi yang telah diusulkan melalui SIPD adalah pembangunan jembatan penghubung dua desa, meski untuk sementara fokus pembangunan diarahkan pada perbaikan jalan kabupaten demi menjaga pergerakan ekonomi masyarakat.
Dedi Arnold












