Sukabumi, Mipanews – Pasca meninggalnya Kepala Desa Kalibunder, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi beberapa waktu ke belakang, geliat untuk pemilihan Kepala Desa Pejabat Antar Waktu (PAW) di desa tersebut mulai hangat dan menjadi perbincangan di setiap sudut desa.
Beberapa nama tokoh yang digadang-gadang mampu memimpin desa itupun mulai bermunculan, baik muncul secara personal ataupun mencuat karena banyak dibicarakan oleh masyarakat dan dinilai cocok menjadi kepala desa.
Saat ini, Panitia Pemilihan Kepala Desa PAW Desa Kalibunder telah dibentuk dan tengah mempersiapkan tahapan pemilihan. Tahapannya sendiri sudah mencapai penjaringan bakal calon. Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Kalibunder (PAW), Tutang Darmadi, S.Pd.,MM mengatakan telah ada beberapa bakal calon yang mendaftar dan kemungkinan masih bisa bertambah.
“Sekarang baru ada bakal calon yang akan bertarung dalam pemilihan Kades PAW nanti, itupun masih bisa bertambah seiring waktu sebelum ditetapkan menjadi calon, kita tunggu saja sampai adanya penetapan dari panitia,” ujar Tutang kepada wartawan saat ditemui beberapa waktu lalu.
Lebih jauh Tutang menjelaskan tentang mekanisme pemilihan dengan daftar pemilih sekitar 150 orang yang ditentukan melalui musyawarah kedusunan (Musdus). Pemilih diutamakan terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda.
“Ini berbeda dengan pemilihan serentak, pada pemilihan Kades serentak semua masyarakat bisa memilih. Dalam Pemilihan PAW, hanya sekitar 150 orang saja, itupun harus hasil musdus dan yang diutamakan adalah para tokoh seperti tokoh masyarakat tokoh agama serta tokoh pemuda,” ucapnya.
Dia juga menegaskan tentang definisi tokoh yang harus mewakili masyarakat secara umum, bukan seseorang yang menokohkan diri tanpa dasar kemasyarakatan.
“Nantinya masyarakat diwakili para tokoh yang 150 orang tadi memilih siapa yang mereka kehendaki untuk memimpin desa ini, dan yang disebut tokoh itu harus benar-benar mewakili semua, bukan hanya ingin disebut tokoh lalu menokohkan diri,” ucapnya.
Sementara, salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kriteria pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat. Salah satunya mampu menyerap aspirasi semua warga masyarakat tanpa memilah-milah. Dia juga berpesan agar semua calon dapat saling mendukung dan tidak menyimpan dendam, iri atau dengki apabila pemilihan telah selesai.
“Saya berpesan untuk semua yang mencalonkan diri, yang pertama harus mampu menyerap semua aspirasi masyarakat dan tidak boleh ada sifat iri dengki bila sudah ada hasilnya, siapa yang terpilih nanti maka mereka harus saling dukung demi kemajuan Desa Kalibunder,” ujarnya.
“Desa Kalibunder adalah desa induk atau desa kota yang berdampingan dengan kantor kecamatan, seharusnya bisa lebih maju dari desa yang lain,” tambahnya.
Rian Hidayat












