Diduga Perkosa Gadis Disabilitas, Seorang Pria Diamuk Massa Hingga Tewas

Potongan tangkap layar, pria diduga pelaku pemerkosaan dan kekerasaan terhadap wanita penyandang disabilitas di Gowa, Sulawesi Selatan, diamuk masa, dikeroyok, diseret dengan motor dan diarak warga. /sumber:istimewa

Sulawesi Selatan, Mipanews – Sebuah video viral di berbagai platform media sosial memperlihatkan seorang pria yang diduga pelaku pemerkosaan dan kekerasan terhadap wanita difabel diamuk massa di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Di video yang beredar tampak pria tersebut dikeroyok massa, kemudian diikat, digotong, bahkan diseret menggunakan motor keliling kampung oleh warga.

Dalam rekaman, pria tersebut awalnya dibuntuti warga sebelum disergap oleh seorang pengendara motor dan dipiting dari belakang. Tangan serta kakinya diikat dengan tali dan dijepit menggunakan dua bilah bambu, lalu diarak dalam posisi kepala di bawah.

Video lain menunjukkan persekusi berlanjut hingga petang. Tubuh pria yang sudah terikat tampak ditarik dengan motor, diikuti iring-iringan kendaraan warga.

Menurut informasi, kejadian ini adalah bentuk kemarahan warga kepada pria yang disebut-sebut sebagai pelaku pemerkosaan terhadap seorang gadis penyandang disabilitas di Gowa. Kabar beredar menyebutkan pria tersebut tewas pasca kejadian karena mengalami luka yang serius.

Informasi lain mengatakan bahwa awalnya pria tersebut telah diamankan oleh warga, namun situasi menjadi tidak terkendali ketika keluarga korban tiba di lokasi. Keluarga tidak dapat menahan amarah atas tindakan keji yang menimpa korban, hal ini kemudian menyulut emosi massa hingga tidak terkendali.

Peristiwa itu diketahui terjadi di wilayah Parang-parang Tulau, Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Selasa (02/12/25) lalu.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari yang berwenang. Pihak kepolisian Polres Gowa masih memverifikasi seluruh laporan dan memastikan kebenarannya agar tidak terjadi penyebaran informasi yang keliru.

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *