Dari Kebun ke Jaminan Sosial, PT MBI Beri Perlindungan BPJS untuk Petani di Nanggerang

Jajaran Direksi PT. MBI, BPJS Ketenagakerjaan, Tokoh Masyarakat dan Perwakilan Forkopimcam Cicurug foto bersama dengan ratusan petani usai giat diskusi rutin dan sosialisasi program jaminan sosial di Halaman Gedung Gapoktan Sejahtera Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. /foto:istimewa

Sukabumi, Mipanews – Komitmen terhadap perlindungan tenaga kerja sektor pertanian kembali ditunjukkan PT Mandiri Banana Indonesia (PT MBI). Perusahaan agribisnis tersebut menggandeng BPJS Ketenagakerjaan dalam upaya memberikan jaminan perlindungan bagi ratusan petani mitra yang tergabung dalam Gapoktan Sejahtera, Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Kolaborasi tersebut disampaikan dalam forum diskusi rutin dan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan yang digelar di Gedung Gapoktan Sejahtera Desa Nanggerang, Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran Direksi PT MBI, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan wilayah Sukabumi-Cianjur, unsur Forkopimcam Cicurug, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta puluhan petani mitra.

Direktur Utama PT MBI, Fachri Yulizar, menjelaskan bahwa forum diskusi bersama petani telah menjadi agenda rutin perusahaan sebagai sarana evaluasi dan penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan. Namun kali ini, agenda tersebut dipadukan dengan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan sebagai langkah nyata meningkatkan perlindungan bagi para petani.

“Forum diskusi seperti ini rutin kami lakukan untuk mengevaluasi program yang sudah berjalan dan membahas berbagai persoalan yang dihadapi petani. Kali ini kami tambahkan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan dan produk-produk PT MBI,” ujar Fachri.

Menurutnya, hingga saat ini terdapat sekitar 100 petani yang telah bermitra dengan PT MBI, baik melalui skema kemitraan langsung maupun kemitraan mandiri. Mereka mendapatkan pembinaan dalam budidaya pisang Barangan Jumbon Merah dan kacang edamame yang menjadi komoditas unggulan perusahaan.

Lebih jauh, Fachri menegaskan bahwa PT MBI tidak hanya fokus pada peningkatan hasil pertanian, tetapi juga memberikan jaminan perlindungan kerja kepada para petani yang menjadi mitra langsung perusahaan.

“Untuk seluruh karyawan dan petani yang bermitra langsung dengan PT MBI, premi BPJS Ketenagakerjaan kami tanggung sepenuhnya. Ini bentuk tanggung jawab kami dalam memberikan rasa aman kepada para pekerja dan petani,” tegasnya.

Sementara itu, petani yang bermitra secara mandiri tetap didorong untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan pembiayaan premi secara mandiri.

Fachri berharap langkah tersebut dapat memberikan kepastian perlindungan bagi petani dari berbagai risiko kerja yang mungkin terjadi, sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Pertanian memiliki risiko yang tidak kecil. Karena itu kami ingin para petani fokus bekerja tanpa harus khawatir terhadap risiko kecelakaan kerja maupun risiko lainnya,” tambahnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Bidang Kepesertaan Program Khusus dan Keagenan BPJS Ketenagakerjaan, Supriatna, memberikan apresiasi kepada PT MBI yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap perlindungan pekerja sektor pertanian.

Menurutnya, petani merupakan aset utama dalam produktivitas pertanian. Karena itu, perlindungan sosial ketenagakerjaan menjadi kebutuhan penting agar mereka memiliki kepastian ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun kematian.

“Kami sangat mengapresiasi langkah PT MBI. Ini bentuk sinergi yang baik antara dunia usaha dan pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada para petani. Ketika terjadi risiko kecelakaan kerja atau meninggal dunia, BPJS Ketenagakerjaan hadir memberikan jaminan dan kepastian perlindungan,” ujar Supriatna.

Ia menambahkan, program BPJS Ketenagakerjaan pada dasarnya merupakan bentuk pengalihan risiko sehingga beban biaya yang seharusnya ditanggung sendiri oleh pekerja dapat dijamin melalui program perlindungan sosial ketenagakerjaan.

Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap semakin banyak petani, pelaku usaha, dan mitra perusahaan yang bergabung sebagai peserta sehingga dapat bekerja lebih produktif, tenang, dan memiliki jaminan perlindungan yang memadai.

Kerja sama PT MBI dan BPJS Ketenagakerjaan tersebut menjadi contoh konkret bagaimana sektor swasta dapat berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan sosial bagi para petani, yang selama ini menjadi salah satu kelompok pekerja paling rentan terhadap berbagai risiko kerja di lapangan.

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *