Sukabumi, Mipanews – Penggunaan ambulans milik Desa Pondokaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, menuai sorotan publik. Kendaraan yang semestinya digunakan untuk pelayanan kesehatan dan kebutuhan darurat masyarakat itu diduga ikut digunakan dalam iring-iringan atau pawai kemenangan salah satu tim sepak bola yang baru meraih kemenangan.
Peristiwa tersebut terjadi saat ratusan suporter melakukan konvoi di sepanjang Jalan Raya Siliwangi, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Minggu (20/09/26) malam. Di tengah kerumunan kendaraan roda dua yang memadati jalan, terlihat sebuah ambulans desa turut berada dalam rombongan dengan sirene menyala layaknya sedang menjalankan tugas kedaruratan.
Keberadaan ambulans di tengah konvoi suporter tersebut memunculkan beragam reaksi dari masyarakat. Sejumlah warga menilai penggunaan fasilitas publik untuk kegiatan yang tidak berkaitan dengan pelayanan masyarakat maupun kondisi darurat merupakan tindakan yang tidak tepat.
Salah seorang warga Desa Pondokaso Landeuh yang enggan disebutkan namanya mengaku menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, ambulans merupakan aset desa yang dibeli dan dioperasikan untuk kepentingan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat kesehatan.
“Ambulans itu seharusnya digunakan untuk membantu warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan atau keadaan darurat. Kalau digunakan untuk pawai kemenangan sepak bola, saya rasa tidak ada urgensinya dan tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Warga tersebut berharap kejadian serupa tidak kembali terulang karena dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap pengelolaan aset desa serta mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.
Sementara itu, Kepala Desa Pondokaso Landeuh, Ujang Sopandi, saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui penggunaan ambulans desa dalam kegiatan konvoi tersebut.
Menurutnya, pihak desa baru mengetahui informasi tersebut setelah mendapat laporan dari masyarakat. Setelah memperoleh informasi, pihaknya langsung melakukan teguran kepada pengemudi ambulans yang bersangkutan.
“Itu di luar sepengetahuan saya. Setelah mendapat informasi, kami langsung memanggil dan menegur sopir ambulans yang membawa kendaraan tersebut,” kata Ujang Sopandi.
Lebih lanjut, Ujang menegaskan bahwa pihak desa akan melakukan evaluasi terhadap penggunaan kendaraan operasional desa agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan diberikan sanksi tegas hingga pemberhentian.
“Kemungkinan akan disangksi pemberhentian,” ucap Ujang Sopandi saat dihubungi via pesan WhatsApp.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari pengemudi ambulans terkait alasan kendaraan tersebut berada di tengah konvoi kemenangan suporter sepak bola.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut penggunaan fasilitas publik yang semestinya diprioritaskan untuk pelayanan warga. Masyarakat berharap pemerintah desa dapat melakukan pengawasan lebih ketat agar aset yang dibiayai untuk kepentingan publik tidak digunakan di luar peruntukannya.
Redaksi












