Sukabumi, Mipanews – Pangkalan LPG 3 kilogram di Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, mengaku mengalami kerugian setelah pasokan gas dari agen terhenti selama dua bulan terakhir.
Pangkalan tersebut sebelumnya berada di bawah naungan agen PT Berkah Sahabat Bahagia (BSB) yang beroperasi di Jalan Raya Benteng, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug.
Pemilik pangkalan berinisial AM mengatakan, terakhir kali dirinya menerima pengiriman LPG 3 kg pada akhir Januari 2026. Sejak saat itu, tidak ada lagi distribusi dari pihak agen.
“Terakhir dikirim akhir Januari 2026. Sekarang sudah dua bulan tidak pernah dikirim gas LPG oleh PT BSB,” ujar AM, Jumat (27/03/2026).
AM mengungkapkan, sebelumnya telah ada rencana kerja sama dengan pihak agen. Namun, menurutnya, perjanjian tersebut tidak pernah ditandatangani karena adanya permintaan sejumlah uang yang tidak mampu dipenuhi.
Ia menduga, permintaan tersebut menjadi penyebab terhentinya distribusi LPG ke pangkalannya.
Akibat kondisi tersebut, AM mengaku mengalami kerugian karena kehilangan penghasilan. Selain itu, dampak juga dirasakan oleh masyarakat sekitar yang kesulitan mendapatkan LPG subsidi.
“Bukan saya saja yang rugi, masyarakat juga dirugikan karena jadi langka gas LPG 3 kilogram,” tambahnya.
Sementara itu, pihak agen melalui admin PT BSB, Dani, membenarkan adanya pemutusan kontrak dengan pangkalan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan itu diambil karena adanya pelanggaran dalam penginputan data pembeli.
Menurut Dani, pangkalan tersebut dinilai tidak tertib dalam memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP konsumen, bahkan disebut dilakukan secara asal.
“Memang kontraknya diputus karena penginputan data NIK sering salah dan tidak sesuai,” jelasnya.
Terkait adanya permintaan uang, Dani membenarkan bahwa terdapat biaya perpanjangan kontrak. Namun, ia menyebut biaya tersebut merupakan iuran resmi.
“Kalau uang perpanjangan kontrak memang ada, itu untuk iuran rutin ke Hiswana Migas dan sudah ada regulasinya,” pungkasnya.
Kasus ini menambah daftar persoalan dalam distribusi LPG 3 kg subsidi, yang kerap menimbulkan polemik di tingkat pangkalan hingga masyarakat.
(Redaksi)












